20 November 2008

18 November 2008

Resesi Ekonomi Dunia di Indonesia

Resesi ekonomi dunia sudah di depan mata, segera kurangi konsumsi. Hari ini dapat kabar bahwa Bakrie and Brothers kemarin senin mengumumkan sudah default di Recapital Securities dan hari ini broker saya sampai membuat email pemberitahuan ada kesalahan penghitungan transaksi hari senin kemarin.

Bersama surat ini, PT Phillip Securities Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah POEMS atas kesalahan yang telah terjadi dalam perhitungan fee transaksi pada hari Senin, 17 November 2008.


Semoga di balik ancaman resesi ini Indonesia bisa selamat dan memanfaatkan keadaan, sehingga bangsa ini bisa lebih mandiri dan tidak bergantung pada impor.

Sedih lihat pabrik baja kita hampir bangkrut karena impor baja bisa masuk secara bebas dan mematikan industri dalam negeri.

16 November 2008

Educational Toys

It's always important for encourage children’s mind by stimulating their curiosity. Children’s mind always ready to get any input they could have, either from the environment, friends and parents.

In the environment influences educational toys can really help to stimulate the young brain. Educational toys have different type and price. They will help a child develop thought processes, basic skills and other stuff. Here are some types of educational toys:

Musical toys, this type of toys could helping to develop an early appreciation for music and can often help with such things as pattern recognition. Walking toys, this type of toys can help develop strength and balance. Story telling books, children that see their parents reading will eager to act and learn like their parents. Start to read with board books and let your children familiar with holding books and seeing words.

In the end, educational games and toys are important for kids of all ages. Toys and games that are designed to help improve a child's skills in studying.

13 November 2008

John Lie dan Angkatan Laut

Menyambut Hari Pahlawan 10 November 2008

Buku suntingan Kusniyati Mochtar yang diberi pengantar Ali Alatas (Memoar Pejuang Republika Indonesia seputar ?Zaman Singapura' 1945-1950, Gramedia Pustaka Utama, 1992) mengungkapkan secara panjang lebar peran John Lie dalam menembus blokade Belanda setelah Indonesia merdeka.

John Lie yang lahir di Manado, 9 Maret 1911 adalah mualim pada kapal pelayaran niaga milik Belanda KPM yang kemudian bergabung dengan Angkatan Laut RI. Pada mulanya, ia bertugas di Cilacap dengan pangkat kelasi kelas tiga. Di pelabuhan ini selama beberapa bulan ia berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi pasukan sekutu.

Selanjutnya ia ditugasi mengamankan pelayaran kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia untuk diperdagangkan di luar negeri dalam rangka mengisi kas negara yang masih tipis waktu itu. Pada masa awal (1947), ia membawa karet seberat 800 ton untuk diserahkan kepada Kepala Perwakilan RI di Singapura, Utoyo Ramelan.

Sejak itulah ia secara rutin melakukan operasi menembus blokade Belanda. Karet atau hasil bumi lain dibawa ke Singapura untuk dibarter dengan senjata. Kemudian sejata tersebut diserahkan kepada pejabat republik yang ada di Sumatera seperti Bupati Riau sebagai sarana perjuangan melawan tentara Belanda. Untuk keperluan operasi ini John Lie memiliki kapal kecil cepat yang dinamakan The Outlaw.

Pada awal 1950, ketika berada di Bangkok, John Lie dipanggil pulang ke Surabaya oleh KSAL Subiyakto dan ditugasi sebagai komandan kapal perang Rajawali. Pada 1950 Soumokil memproklamasikan Republik Maluku Selatan (RMS). Upaya damai dilakukan pemerintah dengan mengirim Dr Leimena, tetapi tidak membuahkan hasil.

Pada 1 Mei 1950, dilakukan blokade di perairan Ambon antara lain oleh kapal korvet RI Rajawali yang dipimpin Mayor John Lie. Karena terkepung, pasukan RMS merampas harta benda dan makanan dari penduduk. Maka penduduk mendekati kapal perang ALI dan meminta bantuan.

Kapal RI Rajawali sempat mengungsikan 4.200 penduduk yang ingin pindah karena diintimidasi pasukan RMS. Tahap berikutnya adalah penumpasan pemberontak RMS. Pendaratan pasukan ALRI yang antara lain menggunakan RI Rajawali dilakukan pada 13 dan 21 Juli di tiga tempat, yakni Pulau Buru, Pulau Seram, dan Pulau Piru. John Lie juga memimpin kapal Rawajali dalam melakukan pendaratan di Ambon September 1950.

Pada 28 April 1956, John Lie menikah dengan seorang pendeta Margareth Angkuw di Jakarta. Tampaknya pengabdian kepada negara telah banyak menyita waktu John Lie sehingga ia baru menikah pada usia 45 tahun. Pada masa berikut, ia aktif dalam penumpasan PRRI dan Permesta pada 1958. Dalam penumpasan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia), Letnan Kolonel John Lie memimpin Amphibious TaskForce17 yang terdiri atas 6 kapal perang dan satu batalion KKO.

Kapal- kapal itu membombardir Kota Padang dan kemudian pasukan KKO melakukan pendaratan. Dalam penumpasan Permesta (Perjuangan Semesta) John Lie memimpin Amphibious Task 25 yang terdiri atas 17 kapal perang dan satu batalion KKO. John Lie yang dikenal juga dengan nama Jahya Daniel Dharma tetap berdinas pada Angkatan Laut, terakhir dengan pangkat laksamana muda. Selanjutnya ia bergerak dalam bidang sosial dan keagamaan sampai akhir hayatnya.

Hubungan John Lie dan Proklamator Bung Hatta terlihat dari pertemuan keduanya di Singapura sebelum Bung Hatta menghadiri Konferensi Meja Bundar pada 1949. Selanjutnya hubungan dengan keluarga Bung Hatta tetap erat sampai akhir hayat.

Menjelang 17 Agustus 1988 John Lie mengirimkan karangan bunga atas ulang tahun Bung Hatta (12 Agustus) dan ulang tahun kemerdekaan RI (17 Agustus). Pada 19 Agustus 1988, Rahmi Hatta mengucapkan terima kasih atas perhatian John Lie dan menyampaikan,"Kami sekeluarga juga tak lupa atas jasa-jasa John Lie dalam perjuangan membela Tanah Air kita tercinta dan atas keberanian membela hak kita."

Delapan hari kemudian (27 Agustus 1988) setelah menerima surat dari Rahmi Hatta, John Lie berangkat menembus blokade keduniaan memenuhi panggilan Yang Maha Kuasa. Rest in Peace.



Referensi:
Tulisan Asvi Warman Adam

Sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya
Terima kasih para pahlawan bangsa.

06 November 2008

Imbas Suspend Bakrie ke Karyawan

Sudah hampir 1 bulan saham beberapa perusahaan grup Bakrie di-suspend otoritas BEI, alasan yang diambil adalah kasus Gadai saham beberapa anak usaha Bakrie oleh induk usahan BNBR. Keputusan yang akhirnya diambil otoritas BEI adalah men-suspend perdagangan saham grup Bakrie sampai persoalan Gadai saham terselesaikan. Sedangkan langkah yang akhirnya diambil oleh grup Bakrie adalah dengan menjual sahamnya di beberapa anak usaha kepada Investor Strategis.

BUMI akhirnya dijual ke Northstar, Bakrieland ke Avenue dan Bakrie Sumatera juga ke Avenue. Walaupun hari ini BUMI tetap di-suspend karena ada permintaan dari pemerintah RI. Entah atas pertimbangan apa, pemerintah masuk dalam wewenang yang selama ini dilakukan oleh Bapepam-LK dan BEI.

Terakhir, dengan adanya kisruh ini apa yang terjadi dengan karyawannya?, sampai saat ini alhamdulillah tidak ada rencana rasionalisasi karyawan di grup Bakrie. Tetapi, ternyata ada imbas lain kepada karyawannya, salah satunya adalah beberapa bank menolak aplikasi kredit yang diajukan oleh karyawan grup Bakrie.

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mengajukan kredit ke Bank Danamon, karena bank ini merupakan bank tempat payroll. Setelah semua syarat dipenuhi dan marketingnya pun menjanjikan bahwa prosesnya sudah beres dan tinggal pencairan, ternyata dapat telepon bahwa pihak Bank Danamon menghentikan sementara semua proses kredit yang berhubungan dengan grup Bakrie.

Kena imbas krisis global nih :(