03 October 2008

Dari Ramadhan 1429 H: Kebahagiaan Hidup

Kali ini tulisan didapat setelah mendapat tausyiah dari Ust. Reza M Syarif di Malam ke 27 I'tikaf Ramadhan 1429 H.

Seorang guru ditanya oleh muridnya tentang bagaimana mencari kebahagiaan, sang guru lalu memberikan beberapa nasihat bagi sang murid.

1. Janganlah engkau menjadi orang yang buta
Maksud sang guru adalah janganlah hidup di dunia ini tanpa ilmu dan menjalani hidup layaknya orang buta yang tidak melihat, dengan ilmu maka hidup dapat dijalani dengan sejelas-jelasnya.

Alkisah ada seorang santri yang sangat cerdas dan berguru kepada banyak ustadz, akhirnya santri tersebut sampai di kota Madinah. Di kota ini beliau langsung menjumpai sang Ulama besar di rumahnya dan meminta sang ustadz untuk mengajarinya. Namun, karena sang ustadz sudah hendak berpergian untuk memberikan khutbah di tempat lain, maka si santri tadi diberikan kitab karangan sang ustadz dan menjanjikan besok ba'da shubuh untuk mengajarinya.

Ba'da shubuh keesokan harinya, sang ustadz bertanya pada santri barunya tersebut,
'Apakah kitab saya sudah dibaca?', 'Sudah ustadz', jawab si santri.
'Apakah sudah faham isinya?', 'Sudah ustadz', jawab si santri lagi.
'Apakah engkau sudah hafal isinya?', 'Sudah ustadz', jawab si santri .... luar biasa

Sang ustadz adalah Imam Malik dan si santri adalah Imam Syafi'i,
Dua ulama mahzab mengajarkan pada kita semua tentang pentingnya ilmu.


2. Janganlah engkau jalan di jalan yang gelap
Berjalan tanpa adanya penerangan adalah layaknya perjalanan tanpa arah yang jelas, dengan Islam maka kita mendapat cahaya yang terang benderang.

3. Janganlah engkau berdiam diri
Setelah melihat dengan jelas, mendapat penerangan yang luar biasa. Sudah seharusnya kita tidak menjadi air diam yang menggenang layaknya got-got yang penuh dengan jentik-jentik nyamuk Aides Aigepty. Selayaknya kita menjadi air deras mata air pegunungan yang menjadi sumber kehidupan hewan, padi pak tani dan penduduk desa di sepanjang aliran sungai.

Sebarkanlah ilmu yang dimiliki kepada orang lain, dengan membantu orang lain hidup ini akan terasa lebih bahagia, karena kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri.

Dari Ramadhan 1429 H: Merebut Piala Rabbani Paska Ramadhan

Tausyiah ini didapat dari hasil I'tikaf malam 29 di Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok, pemateri adalah DR. Muslih Abdul Karim.

Jika terdapat kesalahan dalam tulisan, harap dimaklumi karena paginya penulis kerja dan malamnya i'tikaf....jadinya suka ketiduran waktu materi :)

Bismillah

Untuk merebut piala rabbani di akhir Ramadhan seorang mukmin diharapkan dapat melaksanakan hal berikut:

1. Memaafkan saudaranya

Dari Rasulullah SAW, beliau bercerita kepada para sahabatnya bahwa ada dua orang muslim yang sedang dipintu neraka dan surga, salah satunya sedang diperiksa amal-amal dan kesalahannya. Muslim A meminta pembalasan karena pernah disakiti oleh muslim B, lalu karena muslim B telah menyakiti muslim A, maka pahala kebaikan muslim B diambil dan dipindahkan ke muslim A.

Namun, ternyata pahala kebaikan muslim B tidak cukup untuk menghapuskan kesalahannya kepada muslim A. Lalu, kesalahan dan dosa-dosa muslim A dipindahkan ke muslim B, karena kesalahan (fitnah, zholim dsb) yang dilakukan muslim B kepada saudaranya muslim A.

Lalu, Allah SWT berkata kepada muslim A, 'Apakah kau lihat rumah yang terbuat dari intan, berlian dan emas di surga sana?'. 'Saya lihat ya Allah, apakah itu milik para Nabi?', tanya muslim A. 'Bukan', jawab Allah SWT. 'Apakah itu milik para Syahid?', tanya muslim A lagi. 'Bukan', jawab Allah SWT. 'Lalu siapa yang dapat memilikinya ya Allah?', tanya muslim A. 'Rumah itu milik mukmin yang bersedia MEMAAFKAN kesalahan saudaranya', seketika itu Muslim A memaafkan saudaranya muslim B.

2. Perbanyak Shadaqah

Kali ini DR. Muslih memberikan contoh seorang pengusaha yang jatuh bangkrut dan datang ke seorang sutadz untuk minta nasihat. Lalu oleh sang ustadz diberikan nasihat agar perbanyak bersedekah, jangan luput sedekah walalu sehari. 'Infaq Shadaqah tidak akan mengurangi harta', demikian nasihat sang ustadz. Si pengusahapun melalui hari-harinya dengan bershadaqah tanpa putus, sampai akhirnya usahanya pulih dan berkembang lebih besar dari sebelum dia bangkrut.

Setelah dua tahun sejak pertemuannya dengan sang Ustadz, pengusaha itu silaturahim ke rumah sang ustadz. Si pengusaha bersyukur dan berterima kasih atas nasihat yang diberikan sang ustadz kepadanya. Namun, karena ustadznya hanya menyampaikan nasihat dan tidak mengamalkannya, makanya sang ustadz lupa akan nasihatnya sendiri :). Lalu si pengusaha mengatakan bahwa Ustadz mengingatkan sang pengusaha untuk Shadaqah setiap hari.

Dan sekarang sang ustadz sudah bisa mengamalkan nasihatnya sendiri dan bershadaqah setiap hari :)

3. Perbaiki Ibadah

Kali ini DR. Muslih mengangkat kisah dari zaman Shalahuddin Al Ayyubi. Ketika akan menyerbu masuk Jerusalem, Shalahuddin Al Ayyubi sangat khawatir dengan kekuatan pasukan muslim yang kalah jumlah dengan pasukan salib. Setiap malam Shalahuddin Al Ayyubi tidak dapat tidur dan berjalan keliling barak pasukan muslimin, beliau melihat prajurit beliau yang tertidur, namun tak sedikit yang aktif dalam tahajud dan berdoa dalam tangis mereka memohon ampunan Rabbnya.

Akhirnya Shalahuddin Al Ayyubi membuat keputusan untuk menyerang, sebelum penyerangan Shalahuddin Al Ayyubi mengumpulkan pasukannya dan membuat pengumuman. Sebagian pasukan muslim dikeluarkan dari daftar pasukan, mereka adalah yang setiap malamnya tidak mengisi malam-malamnya untuk beribadah. Shalahuddin Al Ayyubi mendapat protes dari para jenderalnya, mereka berkata 'Jumlah kita sudah sedikit, namun mengapa anda malah mengurangi pasukan?'.

Shalahuddin Al Ayyubi menjawab, 'Bukan karena jumlah kita yang sedikit dan jumlah musuh yang banyak yang aku takutkan, Saya hanya takut pertolongan Allah tidak turun karena yang sebagian dari pasukan kaum muslimin tersebut (yang tidak mengisi malamnya dengan ibadah)'

26 September 2008

Online Business Case: EZunsecured Online Loan Services

Online business loan is solution for various loan problem faced by business owner. Online business financing will decrease loan problem effectively by providing one stop solution for business loan problem.

An example of online loan services is ezunsecured that will help customer to consult at any time in any places that exist internet connection. Using online services, business owner able to compare similar service provided from other similar service provider.

ezunsecured.com arranges lower interest rate for business owner and they use small business segment as their market shares, so customer will experience benefit of online loan services.

25 September 2008

World's Greatest Holes

Monticello


Siberia's Diamond Mine

South Africa


Belize

Canada



Guatemala



Freeport's Hole Indonesia

New Rich: King, Programmer then Investor


In last decade’s world’s billionaire list we saw a lot of changes. Starts from early nineties with Sultan or King that hold big five billionaires of the world to the late nineties that comes era of technology business take the top billionaire list. The latest update of this billionaire list will be in following years that investor era had come to take the top billionaire list.

Nouveau Riche is French for ‘New Rich’; this nouveau riche phenomenon is explaining the billionaire list changes in the following years. In the early nineties Bill Gates is nobody in the Billionaire list, but as Nouveau Riche builds his wealth on technology in early eighties, Bill Gates become number one billionaire in the world using the success of Microsoft operating system and software during nineties, Bill Gates also received an amount of fortune in his Microsoft revenue.

This year Nouveau Riche is Warren Buffet number one in the list of Billionaire with his investment. Start from nothing in the eighties, Buffet continues to invest in potential company that made his wealth bigger. In this year Buffet already the number one thanks to terrific performance of company that he put investment on it.